Kapuas Hulu – Puluhan peserta yang terdiri dari staf KPH, perwakilan Lembaga Pengelola Hutan Desa (LPHD), pemuda desa, dan masyarakat umum mengikuti Pelatihan Jurnalistik yang digelar di Aula Pertemuan Kapuas Hulu pada 15–17 September 2025.
Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas masyarakat dalam menulis berita, mendokumentasikan kegiatan lapangan, serta menyampaikan informasi secara tepat dan menarik melalui berbagai media.
Kegiatan dibuka oleh perwakilan Dinas Kominfo Kapuas Hulu yang menekankan pentingnya keterampilan jurnalistik di era digital. “Informasi yang benar, cepat, dan akurat sangat dibutuhkan. Dengan keterampilan jurnalistik, masyarakat bisa mengangkat potensi desa, isu lingkungan, dan kegiatan sosial ke ruang publik dengan cara yang lebih profesional,” ujarnya.
JADWAL KEGIATAN
Hari Pertama (15 September 2025)
-
Pembukaan pelatihan dan pengarahan umum.
-
Materi pengantar jurnalistik: prinsip dasar berita, kode etik, dan pentingnya verifikasi informasi.
-
Latihan menulis berita singkat dari sebuah peristiwa lokal.
Hari Kedua (16 September 2025)
-
Sesi teknik wawancara dan pengumpulan data di lapangan.
-
Praktik membuat berita naratif dan feature.
-
Simulasi wawancara narasumber dengan role-play.
Hari Ketiga (17 September 2025)
-
Editing naskah berita: judul, lead, dan struktur piramida terbalik.
-
Presentasi hasil tulisan peserta.
-
Refleksi dan rencana tindak lanjut membentuk komunitas jurnalis desa.
-
Penutupan pelatihan oleh Kepala KPH Kapuas Hulu.
HASIL YANG DICAPAI
1. Menghasilkan 20 artikel berita singkat mengenai kegiatan desa, lingkungan, dan potensi lokal.
2. Membentuk tim jurnalis komunitas yang beranggotakan perwakilan dari beberapa desa untuk mengelola berita bersama.
3. Meningkatkan keterampilan dasar dalam menulis, mewawancarai, dan mengedit berita sehingga siap dipublikasikan di media sosial, buletin desa, maupun portal resmi pemerintah daerah.
Salah seorang peserta dari Desa Pala Pasang mengungkapkan bahwa pelatihan ini membuka kesempatan baru bagi mereka untuk menceritakan kisah desa ke dunia luar. “Sekarang kami tahu bagaimana membuat berita yang tidak hanya bercerita, tapi juga bisa dipahami orang banyak. Ini sangat bermanfaat untuk mengangkat potensi desa kami,” katanya.
Dengan berakhirnya pelatihan ini, diharapkan peserta mampu menjadi agen informasi di komunitas masing-masing, sekaligus menjaga kualitas informasi publik di tengah derasnya arus media digital.