Kapuas Hulu – Untuk memperkuat tata kelola hutan berbasis data yang akurat, Dinas Kehutanan bekerja sama dengan Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Kapuas Hulu menyelenggarakan Pelatihan Teknik Inventaris Hutan. Kegiatan ini berlangsung pada 22–24 September 2025 di Aula KPH Kapuas Hulu serta diikuti dengan praktik lapangan di kawasan hutan desa.
Sebanyak 40 peserta terdiri dari staf KPH, anggota Lembaga Pengelola Hutan Desa (LPHD), mahasiswa kehutanan, dan masyarakat lokal mengikuti pelatihan ini. Mereka dibekali pengetahuan dan keterampilan untuk melakukan inventarisasi hutan, termasuk identifikasi jenis pohon, pengukuran diameter, tinggi pohon, serta pemetaan potensi hasil hutan kayu maupun non-kayu.
Kepala Dinas Kehutanan dalam sambutannya menekankan pentingnya inventarisasi sebagai dasar dalam penyusunan rencana pengelolaan hutan. “Inventarisasi hutan bukan hanya mencatat jumlah pohon, tetapi juga memahami kondisi ekosistem. Data ini sangat penting untuk mendukung kebijakan pengelolaan hutan lestari di Kapuas Hulu,” ujarnya.
Jadwal Kegiatan
-
Hari Pertama (22 September 2025):
-
Pembukaan pelatihan.
-
Materi dasar tentang konsep inventarisasi hutan dan standar teknis pengukuran.
-
Diskusi kelompok mengenai tantangan inventarisasi di lapangan.
-
-
Hari Kedua (23 September 2025):
-
Praktik lapangan: pengukuran diameter pohon, tinggi, dan penghitungan volume.
-
Pengenalan penggunaan GPS dan aplikasi sederhana untuk pemetaan plot inventarisasi.
-
Simulasi pencatatan data inventarisasi dengan format standar.
-
-
Hari Ketiga (24 September 2025):
-
Pengolahan dan analisis data inventarisasi.
-
Presentasi hasil pengukuran oleh tiap kelompok.
-
Penyusunan rencana tindak lanjut untuk kegiatan inventarisasi di desa masing-masing.
-
Penutupan pelatihan oleh Kepala KPH Kapuas Hulu.
-
Hasil yang Dicapai
Dari pelatihan ini, peserta berhasil:
-
Menyusun 5 plot inventarisasi contoh di kawasan hutan desa, lengkap dengan data diameter, tinggi, dan jenis pohon.
-
Meningkatkan keterampilan penggunaan alat ukur hutan seperti pita ukur diameter (phi band), klinometer, dan GPS.
-
Menghasilkan laporan awal inventarisasi hutan yang menjadi dasar perencanaan pengelolaan hutan desa.
-
Membentuk tim kecil inventarisasi hutan desa yang akan didampingi oleh KPH dalam kegiatan monitoring berkala.
Seorang peserta dari Desa Ujung Said mengaku pelatihan ini sangat bermanfaat karena memberi pengalaman langsung di lapangan. “Selama ini kami hanya tahu pohon bisa ditebang atau tidak, tapi dengan inventarisasi, kami jadi tahu cara menghitung potensi hutan dan menjaga keberlanjutannya,” ungkapnya.
Dengan adanya pelatihan ini, diharapkan masyarakat dan KPH Kapuas Hulu mampu melaksanakan inventarisasi hutan secara mandiri, sehingga pengelolaan hutan dapat berjalan lebih terukur, transparan, dan berkelanjutan.